Puteri dan Kacang Polong

March 20th, 2010 by admin


kacangSuatu masa ada seorang pangeran yang ingin menikahi seorang puteri, tapi pangeran ingin puteri itu benar-benar seorang puteri. Sang pangeran berkelana, melakukan perjalanan ke seluruh dunia untuk mencari puteri idamannya, tapi di manapun sang pangeran belum bisa menemukan apa yang dicarinya. Banyak dijumpai puteri, tetapi sangat sulit untuk mencari yang benar-benar seorang puteri. Selalu saja ada sesuatu pada diri puteri itu yang tidak sesuai dengan keinginan pangeran. Sehingga pangeran kembali ke istananya dengan perasaan sedih, dia sangat menginginkan untuk mendapatkan seorang puteri yang sesungguhnya.

Suatu malam badai yang mengerikan datang; ada guruh dan kilat, dan hujan turun deras. Tiba-tiba terdengar ketukan di gerbang kota, dan Sang Raja pergi untuk membukanya.
Seorang putri berdiri di luar sana di depan gerbang. Sangat anggun! Pemandangan hujan dan angin itu membuatnya terlihat cantik. Air mengalir turun dari rambut dan pakaiannya. Dia berkata bahwa dia benar-benar seorang putri.
Yah, kita akan segera mengetahui hal itu, pikir Sang Ratu. Tapi Sang Ratu tidak berkata apa-apa. Ia masuk ke kamar tidur, mengambil semua alas tidur dari ranjang, dan meletakkan kacang di bagian bawah tempat tidur, kemudian ia mengambil dua puluh kasur dan meletakkannya di atas kacang polong. Sang Ratu meminta Puteri itu untuk menginap di istana, di kamar yang sudah disediakan.

Di pagi hari Sang Ratu bertanya, “Bagaimana tidurmu?”
"Oh, sangat parah!" kata puteri. "Saya sudah hampir tidak memejamkan mata sepanjang malam. Saya tidak tahu apa yang ada di tempat tidur, tapi saya sedang berbaring di sesuatu yang keras, sehingga sakit semua seluruh tubuh saya. Sangat mengerikan!"
Sekarang Raja dan Ratu tahu bahwa puteri itu adalah seorang putri sejati karena ia telah merasakan kacang polong melalui dua puluh kasur di tempat tidur. Tidak ada tapi putri sejati yang bisa merasakan seperti itu. Maka, sang pangeran membawanya untuk dijadikan istrinya, karena sekarang ia tahu bahwa puteri itu seorang putri sejati.

@2010 www.anak-i.com Cerita Anak: Puteri dan Kacang Polong